Februari 17, 2015

Februari 13, 2015

Homeland - Padangsidimpuan


      Video Perjalanan 


Perjalanan 10 hari, bernostalgia dengan orang-orang, teman-teman, makanan khas dan suasana tanah kelahiran. I love Sidimpuan , Salumpat Saindege :) 


Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu dimana Padangsidimpuan. Ya, inilah sebuah kotamadya di bagian selatan Sumatera Utara. Asal usul nama Padangsidimpuan sendiri berasal dari kata padang na dippu, yang artinya padang/hamparan rumput yang luas berada di tempat yang tinggi. Namun entah mengapa di kartu tanda penduduk dan database negara kita, nama kota ini menjadi Padangsidempuan, padahal filosofinya sendiri ya Padangsidimpuan. Kota ini dikenal juga dengan kota salak. Berbeda dengan salak pondoh yang ada di Pulau Jawa. Salaknya berwarna merah dengan perpaduan rasa asam, manis dan juga sepat. Ada juga yang kualitas unggulan, namanya salak sibakua. Kalau salak ini buahnya lebih besar, rasanya manis, dan sedikit berpasir bagian dagingnya. Untuk mengetahui lebih detail tentang kota ini, alangkah lebih baiknya baca informasi langsung dari website resminya disini .

Teman-temanku atau orang-orang sering menyebut kota kelahiranku ini berada di Padang. Jelas-jelas saya sering mengatakan bahwa Padangsidimpuan berada di Sumatera Utara. Mungkin karena berawalan kata padang membuat mind set mereka langsung tertuju dengan Kota Padang. Memang sih, kota Padangsidimpuan jaraknya lebih dekat dengan Kota Padang yakni 9-10 jam. Sedangkan dari Kota Medan bisa lebih dari itu. Waktu tempuh ini hampir sama dengan jarak Purwokerto ke Jakarta. Pikir sejenak, jarak ibukota provinsi dengan daerah otonominya lumayan jauh. Inilah yang membuat perkembangan kota ini masih stagnan meski sudah menjadi Kotamadya. Telaah lebih dalam, informasi dan perhatian dari pusat/provinsi terhadap daerah pinggiran biasanya berjalan dengan lambat/kurang. Contohnya saja bisa kita perbandingkan dengan Pulau Jawa dan Pulau lainnya. You know what I mean? Rumornya dari dulu sih, akan memisakhan diri dengan Provinsi Sumatera Tenggara, tetapi belum tahu entah sampai kapan provinsi itu akan terbentuk. 

Oke, saya masih akan berpanjang lebar lagi mengulas kota istimewa ini. Kenapa Istimewa? Ya iyalah, namanya juga pertama kali melihat dunianya disana, makan makanannya juga masakan khas disana, ya walaupun sekarang udah pindah ke Jawa, masih bangga dan cinta kali aku sama Sidimpuan. Inilah beberapa yang aku rindukan selama 10 hari disana dan ini wajib dilakukan kalau kalian berada di Sidimpuan.
  • Wisata Kuliner
       Makanan di Sidimpuan itu enak-enak. Banyak makanan khas yang wajib dicoba saat disana. Diantaranya ada mie kuning (mie gomak), lontong sayur, karupuk sambal di Jalan Melati, sate nauli rajawali, durian depan Toko Subur, martabak kubang Jalan Merdeka, roti cane Jalan Kenanga, mie rebus di Siborang, tenda biru di pajak lama, dan lain-lain. Dulu pas masa kecil saya, buah-buahan hutan tropis banyak dijual disana, seperti, salak merah, pisang monyet, durian (sijantung dan sisere paling mantep rasanya), bukbak, tungir-tungir, rambutan hutan, pikok pikok, kapundung, dan buah-buahan lain yang gak pernah saya temukan di Jawa. Namun, kepulangan saya kemaren, durian tidak dalam musim panen, sedangkan buah-buahan yang dulu sering saya makan di sekolah dasar tidak lagi dijumpai disana. Sayang sekali bung. Padahal itu yang membuat rindu akan Sidimpuan. Apakah buah-buahan itu sudah punah? Semoga saja tidak.


  • Wisata Alam
         Kota ini minim sekali dengan obyek wisata. Padahal saya merasa potensi disana tidak kalah dengan daerah lain. Tempat wisata terkenal disana yang sempat saya kunjungi adalah Aek Sijornih, air terjun buatan yang bertingkat-tingkat dengan air yang deras dan jernih. Katanya sih airnya berasal dari sawah, tetapi saya tidak percaya, karena beningnya air tersebut dan juga sangat deras. Letaknya di perbukitan dengan banyak pohon kelapa di sekitarnya. Aek Sijornih berada di Kecamatan Sayurmatinggi. Berjarak tempuh 30 menit dari Sidimpuan. Katanya juga, ada tempat wisata baru disana, yaitu Air Terjun Marancar, sayangnya saya tidak sempat mengunjungi tempat itu. Kemudian, ada Parsariran, wisata pemandian di sungai Batangtoru. Sungainya alami, jernih, dan cukup dalam. Ada banyak pondok-pondok disana untuk tempat kita beristirahat dan menyantap makanan. Biasanya sih digunakan untuk acara perpisahan sekolah (coret-coretan), meski tak jarang pula khayalak umum mengunjungi tempat ini. Selain itu, ada Tor Simarsayang. Bukir dengan view kota Sidimpuan. Disini banyak warung tenda (gubug) untuk bersantai, ada pula tempat karaoke, dan penginapan. Tempat ini terkenal dengan tempat nongkrongnya muda-mudi memojokkan diri, bahkan tak jarang pula yang kena razia. Sementara wisata lainnya yaitu pemandian air panas di Sipirok.  

  • Kongkow
     Tempat kongkow yang wajib kita kunjungi yaitu : (1) Jalan Baru. Sebenarnya ini merupakan jalan lintas truk-truk yang dibangun antara tahun 2007/2008. Kemudian disulap menjadi tempat nongkrong oleh anak-anak muda disana. Mungkin karena jalanannya lurus dan mulus, lumayan sepi, sehingga cocok untuk dijadikan area mojok dan balapan. Ratusan warung dan cafe di sepanjang jalan baru tersebut. Dari yang tempatnya sederhana sampai dengan yang modern. Tiap warung mempunyai pondok/tenda yang cukup banyak di antara pohon sawit. Makanan yang wajib dicoba antara lain karupuk sambal, kelapa muda, dan jagung bakar. Manohara dan lutfi adalah tempat yang saya rekomendasikan. (2) Tugu Salak. Tempat ini berada di pusat kota. Tempat makannya orang-orang disana sekaligus menghabiskan waktunya. Ada pula delman yang akhir-akhir ini muncul di kota ini. (3) Kafe Freekick di Jalan Kenanga. Ini satu-satunya kafe yang selalu rame dari sore sampai malam hari. Tak ada salahnya mampir dan mencoba suasana klasik di kafe ini. (4) Horas. Katanya sih, ini jadi tempat nongkrong baru. Toko roti dan banyak makanan dijual disini. Saya sendiri belum mampir ke tempat ini.

Itulah beberapa hal mengenai Sidimpuan. Kota dimana kosakata "tong", "dabo", "kele", bisa saya dengarkan dengan logat batak. Dimana huruf f dan v diucapkan sama dengan huruf p. Huruf z diucapkan sama dengan huruf j. Dimana "kereta" adalah sepeda motor, dan "galon" adalah pom bensin. Sebuah keunikan yang tidak saya dapatkan di Jawa dan sangat sering saya rindukan.


Share:

Sunrise Nirwana di Punthuk Setumbu

Banner Lomba Periode 1
Poster Lomba

Video Perjalanan
Wisata di Kabupaten Magelang yang satu ini memang belum begitu terkenal di kalangan wisatawan domestik. Buktinya saja banyak teman-teman saya tak mengetahui tempat ini. Namun lain halnya dengan wisatawan asing yang sudah sering mengunjungi Wisata Alam Borobudur Nirwana Sunrise yang tidak jauh letaknya dari Candi Borobudur. Terlebih apabila dibandingkan harga yang dipatok dengan melihat matahari terbit di Kawasan Candi Borobudur, tempat ini tak kalah daya tariknya memberikan pesona wisata Nusantara.

Punthuk Setumbu
Singkat cerita, kami berangkat dari Purwokerto sehabis maghrib menuju Wonosobo. Tujuan awal kami sebenarnya memang untuk berkunjung ke Desa Tertinggi di Pulau Jawa, ya apalagi kalau bukan Desa Sembungan yang terkenal dengan matahari terbitnya itu. Manusia memang perencana yang baik, tetapi takdir Tuhan berlaku lain. Waktu itu, kami sampai di Kota Wonosobo tepat pukul 21.00 malam. Udara saat itu sangat dingin. Awalnya kami singgah untuk makan mie ongklok di satu warung dekat Alun-Alun. Selagi makan, kami ragu untuk melanjutkan perjalanan ke Dieng dikarenakan acara yang akan kami datangi hampir selesai dan akan percuma pula bila kami tetap melanjutkan perjalanan untuk melihat acara tersebut. Apalagi kami tidak membawa tenda. Hingga akhirnya kami galau dengan rencana awal tersebut. Saya langsung memberikan ide dengan merubah destinasi tujuan Kota Semarang atau Magelang dan Yogyakarta. Akhirnya dua teman saya, lebih memilih Magelang dan Yogyakarta.

Okeeeee, sebelum melanjutkan perjalan menuju Magelang. Kami istirahat sejenak di rest room salah satu SPBU di Wonosobo untuk sekedar melemaskan badan. Perjalanan kami mulai tepat pukul 23.00 WIB. Kami melewati jalur Wonosobo-Magelang dengan berbekal Google Maps. Melewati malam yang dingin dengan mengendarai sepeda motor. Saya boncengan dengan Yanu, sementara Darius sendirian. Jalanan cukup sepi dan berbelok-belok. Ditambah banyaknya jalanan yang belum dilengkapi dengan lampu penerangan jalan. Membuat momen malam itu sangat menantang dan seru tentunya. Merasakan kebebasan dengan melakukan hal yang tak biasa. 

Saat itu, kami melewati suatu desa, entah desa apa namanya. Kami menemukan keramamian, orang-orang berdiri di pinggir jalan dan beberapa polisi (Brimob) yang sepertinya sedang mengamankan sesuatu. Saya sempat memikirkan hal buruk. Rupanya Yanu berpikiran yang sama seperti saya. Kami sama-sama berpikir, "mungkin ada penggrebekan ter*ris". Mengingat daerah Wonosobo perbatasan Magelang rawan dengan persembunyian kelompok seperti itu. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Magelang dengan hati-hati. Sampailah kami di Desa Borobudur pukul 02.00 pagi. 

Disana kami bertanya jalan menuju Punthuk Setumbu yang kami baca di Google Maps hanya beberapa ratus meter dari tempat itu. Seorang bapak yang kami tanyai, menawarkan jasa untuk mengantarkan kami menuju kesana dengan tarif Rp 40.000. Kami berdiskusi terlebih dahulu. Tak lama, dengan menolak tawaran tersebut, kami pun pergi dengan berbekal Google Maps lagi, kami mengikuti arah jalanan yang ditampilkan. Sampailah dengan masuk gang kecil, belok kanan dan kiri, lalu berujung dengan kontur tanah yang ditumbuhi rumput liar. Langsung saja teman saya panik dan khawatir melihat pemakaman di sebelah kiri. Petunjuknya menyesatkan. Sebuah jalan buntu. Kami pun berbalik arah. 

Saya memikirkan karena itu masih terlalu pagi. Kami pun berhenti di angkringan di jalan utama Desa Borobudur. Kami beristirahat disana, membeli minuman hangat, dan sekaligus tidur sampai menjelang subuh. Banyak bercerita dengan bapak penjual angkringan tersebut. Beliau menunjukkan arah yang kami tuju dengan menggambarkan denah dengan lengkap beserta arah-arahnya. Setelah bangun, kami pamit dan tak lupa berterimakasih kepada si bapak.

Tepat waktu subuh. Kami mampir di mesjid terlebih dahulu untuk melaksanakan ibadah. Udara pagi sangat segar. Dinginnya sangat berasa di kulit. Brrrrrrr…kami melewati jalanan desa dan perbukitan. Banyak hotel disana yang konsepnya menyatu ke alam gitu. Maklum dekat Borobudur. 



Punthuk Setumbu sisi kanan
Sampailah di Punthuk Setumbu. Tempat parkir motor di depan rumah warga sekitar. Kemudian membeli tiket masuk sebesar Rp 5.000 (kalau tidak salah). Lalu menaiki bukit dengan jalanan yang sudah tersusun dengan batuan. Rasa penasaran sudah berkobar dan tidak mau terlambat menyaksiakan sunrise, kami berjalan cepat dan kadang lari-lari kecil. Untungnya bukit itu tidak terlalu tinggi (mungkin sekitar 300 meter). Kira-kira 15 menit saja sudah berada di puncaknya. Pengunjung asing pun lumayan banyak. Kami pun menunggu matahari terbit di atas sana. Matahari mulai menampakkan cahayanya di balik Gunung Merapi secara perlahan. Borobudur pun mulai terlihat stupanya dengan kabut di bagian atas dan sekitarnya. Pohonan hijau pun terlihat di sekitar tempat itu. Woooow keren...Disana berasa syahdu banget, kicauan burung pagi hari, suara binatang serangga, cuaca cerah, matahari terbit, dan juga kabut.
Punthuk Setumbu

Banyak fotografer dengan peralatan tempurnya mengabadikan sunrise nirwana. 

Banyak Wisatawan
Saya awalnya overestimate dengan Punthuk Setumbu. Mungkin hasil foto yang saya lihat menggunakan kamera yang mumpuni dengan angel yang bagus pula. Itulah alasan saya mengajak kedua teman saya berlabuh ke Magelang. Sejauh itu, wisata alam Punthuk Setumbu cukup menarik untuk dikunjungi. Selain mudah diakses, fasilitas disana cukup lengkap.
Jalanan Desa

Tak lama setelah matahari terlihat sempurna, kami meninggalkan tempat itu dan melanjutkan perjalanan. Ada hal yang menarik, yaitu pematang sawah di sepanjang jalanan Desa Borobudur dengan sorotan cahaya mentari pagi yang masih silau-silaunya. Indah sekali jalanan itu. Sangat berbeda. 



Kami berhenti disana. Terlihat stupa Borobudur dari tempat kami berdiri. Pagi itu sangat damai. Suasana desa yang masih sepi. Nyaman untuk berlama-lama disana.
Desa Borobudur

Lontong Sayur

Kemudian melanjutkan dengan makan pagi 
di jalan protokol 
Kota Magelang 
yang mengarah 
ke pusat kota. 






Tak lupa pula, berfoto di Candi Mendut. 
Sungguh sebuah perjalanan yang tak diduga. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang dapat kita dustakan? Ini hanyalah sebagian pesona wisata alam Nusantara.

Candi Mendut

Share:

Januari 30, 2015

Japanese Winter Vacation ? Why Not !



“My Ideal Japanese Winter Vacation”


Poster Lomba
Negeri matahari terbit memang memiliki sejuta pesona wisata sama halnya seperti Indonesia. Namun perbedaannya dengan Indonesia, Jepang mempunyai empat siklus musiman yang dijadikan pikatan atau potensi wisata menarik, dimana kita bisa mendapatkan suasana dan kondisi yang berbeda setiap tahunnya antara lain musim panas, musim dingin, semi, dan gugur. Bunga sakura yang bermekaran, Gunung Fuji diselimuti salju, tokoh-tokoh anime, barang elektronik, istana kaisar dan budaya leluhur yang masih terjaga menjadi daya tarik bagi siapapun yang ingin mengunjungi negara dengan kereta pelurunya yaitu shinkansen.

Musim dingin di Jepang tentunya sangat memikat wisawatan yang akan menghabiskan waktunya apalagi untuk sekedar berlibur. Banyak tempat wisata di Jepang yang dibuat dengan bermacam kegiatan menarik, festival budaya, panorama alam, makanan khas, bangunan kuno, dan lain-lain untuk dijual kepada wisatawan di seluruh dunia. Ditambah kemudahan pengunjung untuk berjalan-jalan ke berbagai tempat wisata di seluruh perfektur di Jepang yang diprakarsai oleh JR East sebagai pengelola perkereta-apian khususnya di Jepang Timur yang turut serta mengembangkan potensi wisata sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat lokal. Terlebih setelah dilanda tsunami pada tahun 2011 yang berdampak pada rusaknya infrastruktur dan fasilitas umum. JR East berupaya membangun kembali sekaligus mempromosikan dan mengembangkan strategi wisata sebagai sektor baru yang mendorong perekonomian lokal. Pengembangan sebuah ‘rute emas untuk mengelilingi Jepang Timur’ , JR East Group siap melayani wisatawan menjelajah wilayah Jepang Timur dimana dengan terintegrasinya sistem transportasi umum seperti kereta cepat, kereta konvensional, bus rapid transit, dan juga monorail. Berikut adalah peta wisata musim dingin yang didesain oleh East Japan Railway Company sehingga dapat membantu kita menentukan destinasi mana saja yang wajib dicoba disana. 

Map Winter 
Menginjakkan kaki di Jepang adalah salah satu impian saya di masa depan. Banyak tempat istimewa disana membuat pikiran saya teracuni akan keunikan dan wisata khas negara tempat para geisha berada. Liburan musim dingin adalah pilihan tepat untuk mendapatkan momen terbaik. Berikut liburan ideal saat musim dingin yang wajib saya lakukan bila nantinya berkesempatan untuk pergi ke negeri dimana ‘Doraemon’ berasal.

Pertama yaitu Perfektur Niigata yang terletak di pesisir laut Jepang. Terkenal sebagai tempat untuk bermain ski, snack kuriyamabeka dan penghasil beras terbaik di Jepang. Melihat pemandangan malam hari dengan bertaburan salju atau menaiki kapal pesiar untuk menikmati keindahan kota adalah liburan yang sempurna. Tetapi perfektur ini mempunyai kelebihan lain yang luar biasa. Salah satunya Gala Yuzawa, merupakan salah satu tempat yang direkomendasikan bagi para wisatawan yang ingin merasakan kegembiraan liburan musim dingin di Jepang. Ski Resort ini hanya berjarak 77 menit dari stasiun Tokyo dengan Joetsu Shinkansen (kereta Tanigawa). Mencapai “snowy wonderland” ini tidak perlu transit lagi karena dengan shinkansen tersebut kita langsung tiba dan turun di Gala Yuzawa Ski Resort. Wilayah ini terkenal dengan tempat wisata bermain ski dengan hamparan salju yang luas. Terdapat area sentral yang digunakan untuk para pemula, area utara dan selatan untuk yang sudah mahir dan profesional. Selain itu terdapat downhill course falcon sepanjang 2,5 km, menaiki gondola, snowboarding atau hanya bermain dengan salju tebal yang ada disana patut untuk dicoba semuanya. Tersedia banyak paket wisata yang ada di Gala Yuzawa. Kita bisa menemukan informasi lengkapnya pada situs resmi berikut Tokyo Rail Days http://www.jp-rail-id.com/products/gala-yuzawa/ dan JR East http://www.jreast.co.jp/e/destinations/gala.html . Nikmati pula harga promonya yang berlaku hingga 28 Februari 2015. Buy 1 Free 1 Gala Yuzawa Snow Resort. Jadikanlah Gala Yuzawa sebagai salah satu tujuan wisatamu apabila berlibur ke Jepang. 

Gala Yuzawa. Menarik bukan?
Dekat dengan Yuzawa, kita bisa melihat Tokamachi Snow Festival . Acara festival salju modern ini menyajikan festival musik dan hiburan musim dingin di atas panggung salju raksasa. Siap-siap dengan pesta kembang api yang dinyalakan di atas langit Tokamachi sambil melihat karya seni yang dibuat seperti tokoh anime, Matsuri Hiroba dan tempat tinggal penduduk asli sana sungguh menjadi destinasi angan-angan saya.

Tokamachi Snow Festival
Tak kalah dengan suguhan di Tokamachi, kita bisa menjumpai Festival Salju Yuki-Shika di Nagaoka, 14-15 Februari 2015. Orang-orang biasanya membuat salju berbentuk piramida. Piramida salju ini disebut yuki-shika. Festival ini dihiasi 100 lebih manusia salju yang dibuat dengan kreasi masing-masing masyarakat lokal. Bermain dengan salju, membeli makanan dan minuman, menonton pertunjukan panggung hiburan dan kembang api adalah santapan wisata musim dingin yang meriah. Masih di Nagaoka, tepatnya daerah Kashiwazaki. Saya ingin melihat ratusan balon udara berwarna-warni dalam acara Festival Balon Ojiya pada 28 Februari-2 Maret 2015. Kompetisi balon udara dan kembang api ini kelihatan serunya loh dimana kita bisa mencoba menaiki balon udara. Untuk sampai kesana, kita bisa mengendarai bus dari stasiun  JR Ojiya. Tetunya sayang untuk dilewatkan.




Ojiya Balloon Festival
Melanjutkan ke tepi barat, yaitu ke Desa Yahiko untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Disana kita bisa melihat skyline Niigata dan juga laut jepang. Lalu turun ke Kota Niigata, kita bisa mengawalinya di pantai Kakuda. Pantai yang berada di bawah bukit dengan batuan karang di bawahnya dan ombak yang besar bisa kita nikmati sambil menunggu sunset. Selanjutnya, bisa ke Kebun Raya Niigata dengan luas 20 hektar. Disini ada varietas tumbuhan dan bunga yang menawarkan berbagai musim. Pada dome-style greenhouse (rumah kaca), ada air terjun setinggi 15 meter dan 420 jenis flora tropis. Tidak hanya itu, sebuah tempat relaksasi dan beristirahat oleh masyarakat di Kota Niigata yaitu Taman Hakusan yang dibangun pada 1873 M merupakan taman kota pertama di Jepang. Disana kita bisa bersosialisasi dengan penduduk asli Niigata atau sekaligus ke Laguna Sakata yang didesain untuk vegetasi asli bunga teratai dan water lily. Pada musim salju, ribuan angsa menempati laguna ini seperti di Danau Hyoko, Kota Agano. Dimana kita bisa menyaksikan ribuan angsa berenang, berterbangan dan mencari makanan. Apakah angsa disana suka menyosor seperti di Indonesia? Tentunya tempat ini menarik untuk dikunjungi.

Ada satu hal yang unik untuk dilakukan. Berfoto di Jalan Keyaki-Dori sisi selatan Stasiun JR Niigata yang didekorasi dengan total ribuan lampu menerangi dan mempercantik ratusan pohon yang ada tempat itu.

Hal menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan adalah Jigokudani Monkey Park, Perfektur Nagano. Keunikan disini adalah melihat monyet dengan habitat alaminya, mereka berendam di onsen layaknya manusia. Mereka bermain salju, saling berkejaran, dan kemudian mandi di dalam onsen. Selain itu, wajib pula mengunjungi Zenkoji Temple yang merupakan simbol dari Nagano. Kita bisa melihat sejarah bangunan kuno tersebut dan tak lupa pula mencari Oyaki, makanan spesial di Shinsu. Tak jauh, saya ingin sekali melihat rute alpen yang sangat indah di Kota Omachi dimana jalan di kelilingi oleh lapisan salju setinggi 10 meter. Wow ini sangat keren sekali.


This is an area of immense snowfall, and when the road opens in mid May, it is surrounded on both sides by walls of snow 10 meters tall.
Jigokudani Monkey Park
Ice Monster
Destinasi alternatif lain yaitu di Perfektur Yamagata. Terletak di bagian barat daya daerah Tohoku dan menghadap ke Laut Jepang. Pada musim dingin, salju yang turun sangat banyak di wilayah ini.  Dengan suhu udara yang dingin, kita wajib memakai pakaian musim dingin yang tebal pula. Kita bisa menaiki kereta gantung yang menghubungkan kaki gunung Zao di pinggiran daerah Yamagata dan dataran tinggi yang pepohonannya ditutupi salju. Tampaklah puncak Gunung Zao. Sebuah fenomena alam yang indah. Menurut informasi yang terdapat di situs JR East http://www.jreast.co.jp/ , kereta gantung tersebut tersedia hingga malam hari sehingga wisawatan dapat menikmati pemandangan malam di Zao. Zao memang terkenal dengan pepohonan yang ditutupi salju tebal yang jarang ditemukan di tempat lain. Aktivitas lainnya, yaitu menikmati olahraga musim dingin seperti ski atau sekedar berseluncur di atas es. Berjalan di sekitar Danau Goshiki yang disebut Zao no Okama. Bila sudah merasa kedinginan, kita bisa singgah ke mata air panas (onsen) yang terletak di kaki gunung Zao. Mata air panasnya mengandung belerang yang memiliki tingkat keasaman rendah yang telah digunakan sejak lama. Manfaat berendam di air panas tersebut sangat bagus untuk melancarkan sirkulasi darah dan metabolisme tubuh. Bahkan mata air panas ini dikenal sebagai bihada-no-yu (mata air panas cantik) yang berkhasiat menguatkan dan menyegarkan kulit. Setelah menikmati mata air panas, kita bisa menikmati Genghis Khan dan makanan lokal seperti tama-konnyaku dan soba (mie dari gandum hitam) atau ke toko oleh-oleh membeli produk-produk lokal khusus seperti kokeshi (boneka jepang)iga-mochi dan sake buatan lokal. Ada pula event menarik, Festival Monster Zao Snow yang akan digelar pada 31 Januari 2015. Pada festival ini, karya seni dari salju dibuat dalam bentuk monster es yang turun dari gunung. Ada pula pesta kembang api, ski, snowboarding, dan hiburan lainnya. Sungguh tempat wisata yang menggoda.

Tak jauh dari Yamagata, ada Perfektur Fukushima dengan Pegunungan Ou membentang disepanjang perfektur ini. Ada banyak tempat wisata alam kita bisa temui disini seperti Danau Inawashiro di Aizu dan Ouchi-juku, panorama terkenal yang merupakan peninggalan dari Zaman Edo. Melihat rumah tradisional bernuansa pedalaman Jepang yang beratapkan jerami yang telah dinobatkan sebagai Daerah Preservasi Arsitektur Tradisional Nasional. Daerah ini seperti Wae Rebonya Indonesia. Namun disana kita bisa melihat hujan salju yang lebat hingga menutupi atap-atap rumah dan jalanan. Menariknya, ada festival salju yang diadakan pada Bulan Februari dimana beragam kembang api dan orang-orang mengenakan kostum tradisional. Selain itu ada juga Gua Abukuma dengan panjang 600 meter. Di dalamnya terdapat bebatuan staklaktit yang disebut batuan terbaik di negara-negara timur karena keaneka-ragamannya dan efek cahaya yang dihasilkan mempercantik gua. Masuk ke dalam gua saat musim dingin mungkin menghasilkan sensasi lain yang cocok untuk kita rasakan.

Kepulauan Matsushima
Melanjutkan dengan Tohoku Shinkansen ke Perfektur Sendai yang terkenal dengan produksi berasnya seperti sasanishiki dan hitomebore. Banyak wisata kuliner terdapat disini. Makan ikan tuna, makarel, dan cakalang, buah stroberi, pir dan daging sapi yang merupakan produk khas daerah ini menjadi hal yang patut dicoba. Untuk destinasi wisata terbaik, ada di gugusan Pulau Matsushima. Terdapat 260 lebih pulau-pulau kecil yang bisa kita jelajah dengan kapal boat ataupun ferry. Ada banyak produk-produk spesial di Matsushima di antaranya adalah tiram Matsushima dan Matsushima koren. Matsushima koren adalah biskuit beras yang dipanggang di atas arang dan telah dibuat sejak abad ke 14.
Selain itu, banyak kuil seperti Godaido, Zuiganji, dan Entsuji di Matsushima. Bangunan-bangunan berserjarah tersebut dibangun oleh penguasa Sendai secara turun-temurun dimana salah satunya adalah Date Masamune yang terkenal disana. Tujuan wisata lainnya adalah Zao Heartland, dimana para wisatawan bisa menikmati luasnya lahan pertanian dan berinteraksi dengan binatang. Ada pula Okama, sebuah danau yang berubah menjadi lima warna tergantung sinar matahari yang menyinarinya. 
Untuk acara menarik yaitu The Pageant of Starlight adalah event tahunan di Sendai, dikenal dengan Mori-no Miyako, kota pepohonan di Jepang. Sepanjang Jozenji Dori didekorasi dengan ribuan lampu yang terang benderang. Sungguh romantis menghabiskan malam disana. Ada parade santa dan pertunjukan musik digelar yang biasanya disebut ‘the story of santa’s forest.

The Pageant of Starlight
Akita Shinkansen akan membawa kita ke Utara Tohoku selama 4 jam dari Tokyo. Akita memiliki budaya unik yang disebut “Namahage”. Tepatnya di Museum Namahage, kita bisa mengetahui tentang budaya disana. Banyak keunikan lain bisa kita temukan disana, seperti Festival Kanto Akita. Lalu Kakunodate yang memperlihatkan pemandangan tradisional sekumpulan rumah-rumah Samurai, Onsen Nyuto, Akinomiya, Oyasu dan tentunya kita bisa menicicipi makanan khas Akita seperti apel, inaniwa udon dan kiritanpo. Penduduk Jepang biasa memakan Kiritanpo Nabe di musim dingin untuk menghangatkan tubuh mereka. Jika ingin melihat pinguin dan beruang kutub, kita bisa berkunjung ke Akuarium Oga GAO. Setiap tahunnya,pinguin dalam fase melahirkan anak-anak dan kesempatan menarik bagi kita apabila dapat melihat pinguin-pinguin kecil. Ada juga macam ubur-ubur dan sea angels (binatang laut sebangsa ubur-ubur) yang juga terkenal. Di akuarium tersebut, terdapat restoran dimana anda dapat melihat laut Oga dan toko oleh-oleh. Satu lagi yang unik, yaitu Kamakura. Rumah salju berukuran 3.5 meter dengan tinggi 3 meter yang digunakan untuk berdoa saat imlek. Pada saat Festival Salju Kamakura, anak-anak biasa mengundang orang yang lewat dari dalam rumah kecil tersebut, untuk berdoa kepada tuhan, agar diberkati, tersedia minuman manis beralkohol rendah, kue beras mochi. lebih dari 100 kamakura dan miniatur yang jumlahnya cukup banyak menghiasi kota itu. Berkunjung ke Akita merupakan petualangan yang unik dan siapa tahu kita berkesempatan bertemu dengan akita bijin (wanita cantik) disana.
Kamakura


Onsen Nyuto



Wanko Soba
Prefektur Iwate terkenal dengan Gunung Iwate. Pada musim dingin sering membuat kita sering merasa lapar. Di Akita, sangat cocok untuk para penggemar kuliner. Beragam makanan seperti daging sapi Maesawa, buah apel Esashi, sanriku wakame, nanbu Senbei, dan tiga mie utama Iwate. Wanko-soba adalah salah satu mie yang musti dicoba. Bahkan terdapat perhelatan turnamen memakan Wanko-Soba. Lalu menikmati pemandangan bersalju ditemani Onabe (sup khas Jepang) dan Kotatsu (sistem pemanas khas Jepang) juga patut dicoba. Ada situs warisan dunia, yaitu Chushon-ji Konjiki-do yang terletak di Prefektur Hiraizumi, Iwate. Tempat ini terdaftar sebagai ”Warisan Budaya Hiraizumi” yang melambangkan Budaya Oshu Fujiwara. Chushon-ji Konjiki-do dibangun oleh Oshu Fujiwara pada tahun 1124 M. Di Chushon-ji Konjiki-doterdapat peninggalan tiga generasi Fujiwara yang memerintah daerah tersebut di masa itu. Kuil ini juga terkenal dengan Haiku Basho Matsuo. Sejarah masa lampau sangat kental bisa dirasakan di tempat ini.


Chuson Ji
Lake Towada
Untuk menuju wilayah paling utara Tohoku, Aomori, kita dapat menggunakan shinkansen yang membutuhkan perjalanan empat jam lamanya. Disana terdapat Danau Towada yang memiliki pemandangan menakjubkan. Daerah Hirosaki memiliki tujuan wisata seperti Hirosaki Snow Lantern festival dan Istana Hirosaki. Istana Hirosaki tidak hanya terkenal dengan sakuranya yang bermekaran di musim semi. Ribuan bunga sakura ditanam sejak 1903 di taman ini. Banyak turis berkunjung tiap tahunnya dan pastinya berlaku saat musim dingin. Salju menyelimuti tempat ini menambah keindahan. Saat musim dingin, penduduk lokal membuat karya seni seperti kamakura, igloo (gapura salju) dengan lilin, hiasan salju raksasa, berbentuk sejarah dan boneka salju. Bila kita ingin merasakan jajanan dan makanan khas bisa pergi ke pasar pagi di pusat kota Hachinohe. Banyak terdapat pasar tradisional yang dinamakan "Mikkamachi" dan "Yokamachi" yang ada sejak dahulu.

Sungguh menarik berbagai obyek wisata yang ada di Jepang Timur. Disana kita bisa menggunakan Tokyo Rail Days yang menawarkan petualangan singkat dengan kereta api yang berangkat dari Kota Tokyo. Berlibur musim dingin di Jepang memang menggiurkan. Terlampau banyak tempat/obyek wisata yang dapat kita kunjungi. Belum lagi beberapa obyek menarik di Ibukota Tokyo, Osaka, Kyoto, Hokkaido, dan perfektur lainnya yang memiliki keunggulan dan potensi wisata masing-masing. 

Traveling ke Jepang Timur dengan transportasi kereta api adalah kenyamanan dan kemudahan bagi wisatawan. Selain kita bisa menghemat uang dengan efisien, waktu tempuh yang kita habiskan juga tidak terbuang dengan percuma. Dengan Tokyo Rail Days, kita bisa memesan apapau sebelum datang ke Jepang. Segalanya mudah untuk dibeli, untuk dilakukan, dan mudah untuk dicoba petualangannya. Dengan JR East pastinya juga memberikan kemudahan jaringan bus, hotel, pusat perbelanjaan, monorail, dan tempat wisata yang akan kita tuju termasuk Gala Yuzawa. Untuk informasi detail, kita bisa membuka fanspage Tokyo Rail Days Indonesia https://www.facebook.com/id.jprail maupun situs resminya pada link berikut 
http://www.jp-rail-id.com/ .


Wait me Japan ! Coz dream will possible make it true !
Harga Promo 


Paket Gala Yuzawa
Buy Now Until 28th February 2015.

Berpartisipasi dalam “My Ideal Japanese Winter Vacation” Blog Competition
More Information click JR East (Japan Rail Days) Official Website

Wish me luck to visit Japan in future !!!
Share:

Desember 17, 2014

Resolusi, Impian dan Kesempatan

Lereng Bromo
Siapa bilang kalau kesempatan hanya datang cuma sekali? Kesempatan yang sama bisa saja datang di kehidupan kita lebih dari satu kali. Pada kesempatan pertama dan kedua apabila kita tidak mengambil peluang yang ada disertai alasan logis, itu masih wajar. Namun pada kesempatan ketiga, segeralah manfaatkan peluang yang muncul kembali. Apabila memang kesempatan itu tak kunjung datang, maka ciptakanlah.

Saya sangat menyukai jalan-jalan. Puluhan tempat masuk dalam daftar perjalanan impian saya. Salah satunya Gunung Bromo. Kala itu bertepatan dengan agenda perpisahan anggota BEM kampus hendak mengadakan perjalanan kesana. Saya sangat senang mendengar rencana tersebut. Namun sayang, pupus impian saya untuk menginjakkan kaki disana karena tidak mendapat izin kedua orang tua dengan alasan materi.

Beberapa bulan kemudian, organisasi jurusan saya mengadakan visitasi ke beberapa perusahaan di Jawa Timur dan wisata ke Bromo. Kesempatan itu menghampiri lagi. Saya menekankan dalam benak terdalam agar bisa mewujudkannya. Setelah menjelaskan kepada kedua orang tua, lagi-lagi kekecewaan yang saya dapatkan dengan beberapa alasan beserta nasehat yang membosankan dari mereka.

Hari-hari berlalu. Sampailah pada sebuah rencana jalan-jalan ke Bromo oleh anggota Komunitas Backpacker di media sosial. Inilah kesempatan yang harus saya ambil. Langsung berbincang kepada kedua orang tua untuk mengikuti trip tersebut. Betapa leganya karena mendapat restu setelah melakukan komunikasi personal dengan penjelasan rinci. Akhirnya resolusi impian tercapai juga.

Perjalanan dimulai dari Purwokerto, transit di Jogja dan lanjut ke Malang. Di Malang, saya bertemu dengan orang-orang baru dimana tujuan kami adalah Kota Batu, Coban Rondo, Bromo.  Hingga saya ikut dengan salah seorang teman baru saya ke rumahnya di Kediri. Saya merasa bahagia dengan pencapaian tersebut dengan proses yang tidak saya harapkan sebelumnya. Begitu banyak tempat yang saya kunjungi pada saat itu. Saya tersadar, ketika kita yakin, pasti akan mendapatkan impian di masa depan dengan kesempatan yang gak akan pernah terduga kapan akan datang, pergi dan kembali lagi.
Share:

Juni 11, 2014

ETW Called Me From London

Post Card
Akhir April 2014 lalu, pertama kalinya saya mendapatkan kartu pos. Kartu pos dengan gambar Big Ben dari London sana. Dari seseorang yang menarik perhatian saya. Beliau seorang dosen Universitas Padjajaran yang sedang menempuh penelitian PhD di Manchester Business School. Saya bahkan tidak mengenal dekat beliau. Hanya saja saya sering membaca timeline beliau di twitter, dimana sering membuat tweet yang informatif. Saya yakin beliau orang yang cerdas dan pekerja keras. Saya semakin termotivasi dengan beliau yaitu untuk dapat juga mengambil studi di luar negeri, tentunya Eropa. 


Message 
Pesan sederhana yang menurut saya luar biasa sekali. 

"Rizki , all the best for your study ! Never let go your dreams . I am calling you from London".

Saya memajang kartu pos ini di dinding kamar saya. Tujuannya untuk pengawas motivasi saya ketika malas dan lupa akan mimpi. Tentunya juga agar bisa menjawab panggilan beliau kelak. Saya akan berusaha mewujudkan mimpi saya. Aamiin ! Terimakasih Bu ETW.


Share:

Mei 05, 2014

Negara Impian Seorang Pemimpi

Petualangan saya menjelajah Pantai Drini dan sekitarnya (Gunungkidul). Pemandangan epic dari atas bukit karst dan saya terpesona Tuhan menciptakan semuanya dengan sangat sempurna. Disana saya merasa damai dan seolah hanya ada saya dan Tuhan.
Petualangan saya menjelajah Pantai Drini dan sekitarnya (Gunungkidul). Pemandangan epic dari atas bukit karst dan saya terpesona Tuhan menciptakan semuanya dengan sangat sempurna. Disana saya merasa damai dan seolah hanya ada saya dan Tuhan.
Saya suka jalan-jalan (traveling). Entah mengapa saya merasakan passion ketika traveling ke suatu tempat, terlebih itu menarik untuk dikunjungi. Saya pun yakin, setiap tempat mempunyai ciri khas tersendiri entah itu tentang lingkungan, budaya, orang-orang, kuliner, dan adat istiadat. Saya sangat senang sekali bisa mengenali semua tentang hal itu di tempat yang baru. Bahkan saya sudah menuliskan beberapa tempat di Indonesia bahkan luar negeri yang ingin saya kunjungi di kemudian hari dalam “dream book” yang saya buat sejak tahun 2012. Saya ingin sekali mengelilingi Indonesia dan juga beberapa negeri orang.

Ke negeri antah berantah. Banyak negara yang ingin saya kunjungi, namun yang paling membuat saya kagum adalah Thailand, Korea, Australia, Maroko, Turki, dan sebagian Eropa seperti Inggris, Spanyol, dan Venesia. Ada apa dengan negara-negara tersebut ? Alasannya adalah negara-negara tersebut memiliki daya tariknya masing-masing dan meracuni nurani dan menggugah hasrat saya untuk dapat mengunjunginya.

Oke, Thailand, sebuah negara yang mirip seperti Indonesia karena letaknya yang berdekatan. Kalo disana ada Lampang, disini ada Lampung. Negara yang tidak pernah dijajah ini menyimpan kebudayaan yang menarik dan keindahan alam yang ciamik. Beberapa tempat di negeri gajah putih yang ingin saya eksplore adalah Bangkok, Phuket, Chiang Mai, Lampang, Chiang Rai, Krabi dan Pattaya.

Korea, negara di Asia Timur yang menurut saya wanita disana cantik-cantik. Informasi yang saya baca, kebanyakan orang disana melakukan operasi plastik. Hebatnya, negara ini sangat menjunjung tradisi nenek moyang mereka dimana kebudayaan disana terjaga lestari meski budaya baru era globalisasi memodernisasi. Tempat yang ingin saya datangi adalah Seoul, Jeju, dan Incheon.

Australia, negara liberal dan sekutu Amerika dan Inggris ini membuat saya tertarik dengan banyaknya program beasiswa pada universitas yang ada disana. Bahkan saya termotivasi dengan cerita para dosen saya mengenai negeri Kanguru tersebut.

Maroko, sebuah negara islam di Afrika. Kenapa? Saya kagum dengan Universitas pertama yang ada di dunia. Tentunya banyak ilmuwan islam terkenal dari negeri tersebut. Terlebih, sejarah masa lalu, Ibnu Battutah melakukan perjalanan dari Maroko menuju Indonesia di Kerajaan Samudera Pasai, Aceh. Begitu juga Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal “Syeikh Maghribi” juga datang dari negara ini. Lalu Indonesia dan Maroko menjalin kerjasama bilateral yang luar biasa pada masa Presiden Soekarno. Kota Marakesh dan Fez adalah dua kota disana yang menarik untuk dikunjungi.

Turki, negara islam yang berada di antara Benua Asia dan Eropa (transkontinental) ini membuat saya kagum dengan sejarah masa lampau dimana Islam pernah menguasai Romawi/Byzantium dengan pemimpin-pemimpinnya yang bijaksana. Duh, negara sekuler ini pun membuat saya tertarik dengan perpaduan antara budaya Asia dan Eropa. Apalagi wanita Turki memiliki rupa yang indah. Tempat yang membuat saya ingin sekali kesana adalah Istanbul , Izmir , Anatolia dan Cappadocia.

Inggris, negara maju yang terkenal dengan sejarahnya, revolusi industri, para ilmuwannya, klub sepak bola, heritage building & culture, dan beberapa universitas yang masuk ranking top dunia. Saya ingin sekali kesana, mengelilingi negeri Ratu Elizabeth tersebut. Apalagi setelah saya mendapatkan kartu pos dari seorang dosen yang sedang menjalani kuliah S3 di Manchester University, membuat saya termotivasi untuk merealisasikan keinginan saya  menjelajahi negeri yang bahasanya digunakan sebagai bahasa internasional.

Spanyol, negara yang dahulunya islam berkembang sangat pesat dimana menjadi pusat kekuasaan di Eropa. Terdapat banyak jejak sejarah mengenai Islam di Andalusia yang membuat saya tertarik untuk melihat negeri tersebut. Kota-kota seperti Toledo, Sevilla, Granada, dan Cordoba adalah tempat yang memiliki sejarah bagi kejayaan Islam yang mengatur pemerintahan Andalusia hingga 5 abad lamanya dan tentunya saya ingin mengunjungi kota-kota tersebut.

Venesia, kota di Italia yang membuat kagum dengan karakter kota air dan transportasi gondolanya. Saya yakin sistem drainase disana sangat canggih sehingga tata kota di atas air begitu cantik dan layak untuk dikunjungi karena memberikan keunikan dengan inovasi dan keromantisan.

Nah, itulah beberapa negara impian saya dan alasannya. Saya pecinta traveling wajar saya bercita-cita mengelilingi dunia ini untuk berkunjung ke tempat  indah ciptaan Tuhan di belahan bumi lain. Saya memasukkan rencana mimpi ini dalam pencapaian jangka panjang. Dimana setelah saya lulus kuliah nantinya, tahun 2015 (inshaa allah). Kemudian saya akan bekerja, lalu meraih impian saya satu per satu. Bahkan saya ingin sekali mencari pekerjaan yang memberikan kesempatan untuk ke luar negeri, misalnya seperti di perbankan sentral bagian pengembangn dan riset bisnis.

Dengan begitu banyaknya impian tersebut, saya mengestimasikan akan membutuhkan dana ratusan juta. Darimana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Saya belum tahu pasti. Namun saya sudah mengagendakan beberapa solusinya antara lain, bekerja di perusahaan asing, bekerja pada bidang yang memberikan tantangan perjalanan untuk riset, kerjasama dan pengembangan, bekerja di luar negeri, mengajukan beasiswa S2 di Australia dan Eropa, atau dengan menabung dari gaji pekerjaan saya nantinya. 

Saya seorang pemimpi dan perencana yang mempunyai banyak keinginan dan harapan. Saya seorang pemimpi yang bercita-cita menjadi seroang wisausaha, penulis novel, dan traveler. Saya seorang pemimpi yang suka mendengarkan cerita orang lain terlebih dengan kisah hidup mereka dimana saya bisa memetik banyak pembelajaran. Saya seorang pemimpi yang menjalani hidup ini dengan orang-orang yang menjadi motivasi dan inspirasi saya untuk menuju kesuksesan. Meraka adalah bapak, mamak, kakak, keponakan, nenek, saudara-saudara, sahabat dan teman-teman, Andrea Hirata, Merry Riana, dan Rangga Umara. Saya seorang pemimpi yang berusaha menjadi pribadi yang dewasa dan berintegritas. Saya seorang pemimpi yang lahir di Indonesia yang mengimpikan untuk bisa bermanfaat bagi Indonesia dan ingin memajukan negara tercinta dengan memanfaatkan kekayaan dan potensi yang ada.  

#IndonesiaDream #IndonesiaTravelTheWorld

Share:

Instagram