Juli 04, 2022

Awal Penantian


Penantian kian menuju kenyataan. Awal Juli mendapat sekilas jawaban. Aku tidak tahu bagaimana, kapan dan dimana. Yang aku yakin, suatu hari kan sampai. Kian hari, yakin akan berjumpa. Menyemai kisah dan kasih. Merajut cinta dan bahagia.

Kamu berhak bahagia. Aku kan berusaha membuatmu bahagia. Kau yang terindah. Izinkan aku dapat menjagamu. 

Untukmu yang kelak menemani jiwa dan raga ini. Teruntuk kamu yang hari ini bersinar. Terima kasih telah hadir di jalanku. Dimana pun kamu hari ini, jaga diri dan teruslah berarti. Jalanku kini juga jalanmu. Jalan kita berdua. 

Dahulu persimpangan banyak telah ku tempuh. Aku teramat bersyukur akhirnya bertemu denganmu. Aku beruntung memilikimu. Tuhan Maha Baik membuat kisah manusia. Aku dan kamu, kita berjumpa di persimpangan ini.

Aku yang dulu merasa sepi, sendiri dan sunyi. Hadirmu membuatku merasa damai dan nyaman. Jika aku tidak sempurna, ku mohon terima lah kekurangan diri. Maafkan aku jika membuatmu marah, sedih dan kecewa. Tolong juga aku untuk terus belajar mengerti dan memahami. Bantu dan kuatkan aku jika nanti merasa lemah tak berdaya. 

Aku bukan manusia yang hebat. Bukan pula seperti apa yang kau harap. Tapi sabarkan aku dengan kata manismu. Mohon doakan aku setidaknya seperti yang kau mau. Aku membawa kita ke jalan yang lurus hingga ke alam abadi. Semoga dipertemukan kembali.

Kelak kita akan berpisah di suatu persimpangan lainnya. Maafkan aku jika meninggalkanmu sendiri. Jangan bersedih dengan perpisahan nanti. Kisah kita abadi di takdiri Tuhan. 

Cinta di dunia dapat hilang. Orang-orang yang kita cintai dapat pergi dan juga hilang. Hilang kembali menghadap Tuhan. Aku dan kau, kita akan pergi tuk kembali.


Share:

Juni 18, 2022

Antara Lee Sina dan Molto Korean Strawberry, Tampil Menawan dan Percaya Diri

Holaaaaa kawan. Akhir pekan sudah tiba nih. Apa sih kegiatan me time kalian di hari sabtu minggu biasanya? Kalau aku selain pergi jalan jalan, nonton konser, hangout bareng temen, atau nonton streaming.

Jadi di Disney+Hotstar menawarkan banyak film menarik dan bagus untuk ditonton. Semacam serial Marvel, kartun Disney, film Indonsia dan banyak lainnya. Nah kemarin banget, aku nyoba nonton serial drama korea. Ini out of the blue sih. Soalnya udah bingung mau nonton yang mana lagi. Akhirnya nyoba lah nonton drama Crazy Love. Hahaha. Awalnya ceritanya masih biasa-biasa aja. Lama kelamaan, lah kok gak mau skip nontonnya. Biasalah ya kan, nontonin aktris korea tuh kayak greget dan lucu aja. Selain rupanya yang cantik dan bikin melongo, tapi juga alur ceritanya juga yang gak ketebak.
Jadi singkatnya, series itu ceritanya kek sinetron-sinetron Indonesia. Seorang bos/CEO yang pacaran sama stafnya. Cuma bedanya emang alurnya unik sih. Dari sikap arogan Noh Gojin yang maunya kesempurnaan dan tidak mentolerir kesalahan yang akhirnya membuat orang-orang sakit hati karena sikapnya. Dipertemukan dengan Lee Sina yang sabar, perhatian, pekerja keras, cantik, menawan dan rupawan. Idola banget sih dia. Yang awalnya berniat membalas dendam saat bosnya kecelakaan dan pura-pura amnesia. Lee Sina berpura-pura menjadi tunangannya dengan berniat memperlakukan bosnya dengan hal-hal yang dibencinya, seperti makan bawang, mengaduk minuman imboost water daun mint dengan tangan, sajian kopi yang tidak sesuai derajat panasnya, dan kesalahan kecil lain yang membuatnya kesal hingga marah marah.

Hingga akhirnya, Noh Gojin yang berpura-pura amnesia. Karena ingin melupakan masa lalunya. Trauma akan kesepian ditinggal orang-orang terdekatnya, termasuk pacar yang ia sangat harapkan. Namun kisah mereka ditentang oleh ayahnya Seeyoung karena merasa berbeda status sosial. Selain itu, teror dari orang orang yang pernah ia sakiti saat bekerja atau bertemu dengannya saat menjadi instruktur pengajar hingga ia menjadi CEO terbaik di Korea.

Kebersamaan mereka berakhir bahagia. Setelah ups and downs. Dari terungkapnya amnesia Gojin, Lee Sina kembali diperdaya untuk membayar utangnya karena sudah menghamburkan uang bosnya untuk keperluan pribadi dan kesejahteraan karyawannya dengan mengatasnamakan Gojin. Lee Sina menanggung utangnya dengan perjanjian untuk tetap jadi tunangannya. Ia harus selalu stand by mengurusi rumah bosnya, urusan pekerjaan, dan lain-lain saat diperlukan. Saat di kantor, ia menjadi sekretaris pribadi. Saat di rumah, ia jadi asisten rumah tangga yang menyiapkan makanan, mencuci piring, membersihkan debu-debu di setiap ruangan, dan pekerjaan lainnya. 

Apa yang menarik di series ini adalah outfit yang mereka kenakan. Lee Sina selalu tampil menawan dengan pakaian yang dipakaianya saat bekerja dan ngedate dengan Gojin. Seolah wangi bikin jatuh cinta. Aku jadi teringat dengan produk terbaru dari Unilever yang barusan aku coba kemarin pewangi pakaian Korea yaitu Molto Korean Strawberry. 
Varian pewangi ini sekilas hampir sama seperti varian yang lain. Tapi perbedaanya banyak banget. Pas dicoba emang lebih wangi dan seolah ada aroma manisnya. Warna cairannya putih merah jambu. Produk ini tersedia menjadi dua packaging. Yang pertama kemasan 680ml dan kemasan sachet ukuran 9ml. Tersedia di toko online seperti JD.ID, Shopee, dan Tokopedia. Selain itu, kita bisa beli produknya di Alfamidi, Hari Hari dan Farmer Market swalayan. Setelah pakai produk pewangi ini, dijamin kalian akan tampil percaya diri dan meyegarkan. Karena tidak perlu lagi pakai parfum, sebab wanginya bertahan lama. Produk ini memang dipercaya 7x lebih wangi dan 7x anti bau. Tidak lagi kecium tuh, baubau apek, polusi, bawang, keringet, amis, asam dan bau badan. Selain membuat wangi, lah kok pakaian setelah disetrika kok jadi lebih lembut. Emang bener, produk ini rekomen banget dipakai untuk sehari hari. Harga Molto Korean Strawberry ini seharga Rp16.900 saja. Cukup terjangkau sekali bukan?

Selain memproduksi Molto Korean Strawberry, Unilever sebagai brand andalan kita di rumah untuk produk home carenya. Merilis juga berbagai produk dengan aroma Korean Strawberry seperti Rinso Korean Strawberry berukuran kemasan 900gr yang 99,99% efektif melawan virus dan bakteri yang membandel di pakaian. Mampu menghilangkan noda hanya degan satu kali kucekan, menjaga warna pakaian tidak pudar dan cemerlang, dan surfaktan yang mudah terurai. Lalu produk Sunlight Extra Korean Strawberry yang bisa menjadi pilihan baru ibu tumah tangga di rumah untuk membersihkan alat dapur dengan lemak membandel. Jadi varian baru ini kombinasi ekstrak jeruk nipis dan aroma Korean Strawberry yang menyegarkan. Seharga hanya Rp13.500 saja. Dan terakhir, ada juga Superpell Korean Strawberry yang wanginya tahan sampai 8 jam dengan upgrade kekuatan super membersihkan lantai menjadi higienis, berkilau dan tentunya membuat betah mencium bau Korean Strawberrynya.
Kebayang gak sih? Ternyata produk Molto Korean Strawberry ini yang juga dipakai Lee Sina hingga mampu membuat Noh Gojin menaruhkan hatinya untuknya. Dengan niat balas dendam, eh gak taunya, jadi nyaman. Akhirnya mereka pun pacaran dan happy ending. Lee Sina mampu hadir jadi orang yang selalu ada saat Gojin merasa sendiri menghadapi masalahnya. Bahkan saat Seeyoung, mantan kekasihnya mengancam Lee Sina namun tak gentar dengan rasa yang ia punya saat pertama kalinya terinspirasi menjadi instruktur pengajar terbaik dan terkenal seperti pasangannya sekarang.
Bahkan, kami pun setelah mencoba produk Molto Korean Strawberry ini menjadi merasa percaya diri sama seperti Lee Sina yang selalu kuat dan bahagia menjalani hari harinya. Tampil nyaman dengan outfit yang bersih, wangi, dan menawan. Membuat orang orang di sekitar kita pun merasa nyaman dan betah berada dekat degan kita. Sampai beberapa teman bertanya, aroma parfum apa yang saya gunakan. Saya pun memberi rekomendasi pewangi pakaian ini kepada mereka dan tentunya juga kepada kalian semuanya. Mencoba produk baru kadang memang menarik, terlebih pewangi pakaian terbaik ini worth it banget untuk dicoba.
Share:

Juni 01, 2022

Kembali ke Gunung Parang

Gunung Parang
Minggu, 29 Mei 2022 kemarin, masih terbayang keindahan lanskap dari atas Gunung Parang. Gunung batu yang berlokasi di Kampung Cihuni, Kecamatan Sukatani, Purwakarta. Berada di atas sana, saya dan teman-teman berdecak kagum melihat pemandangan Waduk Jatiluhur, hamparan sawah yang menghijau, Gunung Lembu dan undakan perbukitan yang tertata apik di sekitaran. Masyaa Allah.

Lanskapnya ciamik luar biasa
Mengunjungi Gunung Parang bukanlah hal yang direncanakan sejak jauh-jauh hari. Awal ceritanya begini kawan. Semenjak tinggal dan bekerja di Karawang dan mempunyai waktu libur hanya di hari minggu, membuat saya susah bepergian jauh-jauh. Beberapa kawan sering mengajak untuk jalan bersama dan pergi liburan ke luar kota namun seringnya saya menolak tawaran mereka. Sampailah pada, saya mengajak kawan semasa kuliah untuk beriwsata ke Purwakarta sebab jaraknya hanya sejam setengah dari lokasi saya bekerja sekarang. Kenapa Purwakarta dibanding Karawang? Purwakarta punya Sate Maranggi, Hutan Jati, Waduk Jatiluhur dan wisata alam lain yang bisa dijadikan referensi kawan-kawan saya. 

Pada akhirnya, dua hari sebelum hari H, saya membahas destinasi yang kiranya dapat menarik minat mereka. Saya buatkan itinerary sementara karena kawan saya berangkat dari Depok, Tangerang dam Jakarta. Jatuhlah pilihan kepada Gunung Parang dan Hutan Jati sebagai destinasi #OneDayTripPurwakarta kemarin. 

Esok harinya saya mencari penyewaan mobil untuk kebutuhan transportasi. Sedangkan teman-teman saya, berangkat menaiki KRL menuju Cikarang dan melanjutkannya dengan Kereta Api Walahar dari Stasiun Cikarang menuju Purwakarta. 

Nah karena perjalanan ini cuma sehari tanpa menginap, saya menyarankan agar mereka berangkat di waktu subuh agar tidak kesiangan dan mengejar jadwal kereta lokal jam 7 pagi. Drama pun dimulai, sebut saja Iyus, bukan nama yang sebenarnya, dia mengabarkan tidak akan keburu sampai di Cikarang sebelum pukul 7. Sedangkan dua teman lagi, Putra dan Manah meraka aman menaiki KRL yang tiba di Cikarang setengah tujuh. Jadi Iyus bukannya ngaret, tetapi saat berangkat, hujan melanda Depok di waktu Subuh sehingga dia jadi terlambat. Untungnya, dia sudah lihai dengan drama perjalanan. Ia pun menyusun rencana, dengan turun di Stasiun Buaran yang pintu keluarnya cukup efektif diaskses, menurutnya. Ia langsung pesan taksi online aka Gocar. Saat menaiki taksi, jam sudah menunjukkan 6.30. Sedangkan durasi perjalanan di maps sekitar 37 menit. Bapak supir sudah pesimis untuk mengejar waktu tersebut. 

Sontak Iyus menyampaikan unek-uneknya ke bapak supir, "pak, saya mengejar kereta pukul 7 pagi." 
Si bapak supir langsung menyela, "lah di maps aja 37 menit mba". 
"iya pak, saya gak mau tahu, yang penting kereta saya berangkat jam 7", seru Iyus lagi. 
Tanpa menjawab, bapak supir memburu waktu memacu gas mobilnya di jalan tol. Mungkin ia membatin, sepertinya saya keliru mengambil penumpan hahaha. 

KA Lokal Walahar bergegas untuk berangkat. Lihainya lagi, Putra dan Manah melobi bapak walka (petugas kereta) menyampaikan kalau Iyus, sahabat kentelnya sudah sampai di parkiran stasiun, sedang lari terbirit-birit menaiki tangga. Ia dengan sigap memindai tiket kereta dan memasuki peron. Entah jurus apa yang membuat Iyus akhirnya bisa masuk ke kereta di saat kereta berangkat pukul 7.07 pagi. Jelas terdengar di telepon, tawa lepas bahagia mereka bisa bersua di dalam kereta itu. Terkadang di perjalanan emang ada aja ceritanya ya. Alhamdulillah, Tuhan masih merestui sisa perjalanan kami yang bisa kalian baca sampai di akhir. Sedang saya sudah di mobil melaju ke Stasiun Purwakarta sejauh 1,5 jam melewati Pantura, belok kiri di Simpang Jomin untuk sampai ke Purwakarta. 

Sampailah mereka, kawan-kawanku di Purwakarta. Kesempatan meet up lagi setelah sekian lama sehabis momen tersesat ke Curug Hordeng Bogor pun terjadi. Mereka tampak happy saat keluar stasiun sembari tertawa-tawa lepas mengingat perjuangan tadi pagi. Keliatan banget sih, mereka happy ketemu aku lagi sepertinya hahaha. Kami pun lanjut berangkat ke arah Polsek Plered, karena jalur dari Pasar Anyar Sukatani ada jalanan amblas. Kami berhenti sebentar sarapan soto. Soto ayam tapi kayak opor soalnya pakai kupat. Tak lupa membeli jajan dan minuman untuk bekal di perjalanan. 

Memasuki jalur pedesaan, jalanan menanjak curam, melewati sawah, hutan dan perkampungan. Gunung-gunung batu menyapa kami. Sama seperti udara sejuk yang menyambut kedatangan kami. Sampailah di lokasi Gunung Parang Badega tepat pukul 11 siang. Molor sejam dari rencana jadwal. Kami pun sudah sepakat men-skip Hutan Jati kalau tidak sempat. Kami naik ke basecamp Gunung Parang untuk beristirahat sejenak. 

Pendakian dimulai sehabis sholat dzuhur, sekitar pukul tengah 1. Semuanya memakai carabiner, body harnest dan helm. Selain itu, kawan-kawan saya sudah sedia suncreen entah merk apa saja, maklum lah ya, biar gak kebakar dan belang. Sayang juga ya kan, harga kolagen relatif mahal katanya.

Kami pun memulai trekking menuju titik awal pendakian. Sempat berfoto-foto di lokasi camping ground, yang mana disana saja kami sudah terpukau sama pemandangannya yang keren banget. Ini foto lanskapnya, luar biasa banget bukan. Kami pun diberi briefing dan juga berdoa supaya dikasih selamat dan kelancaran. Aamiin! Perjalanan menuju ke starting point melewati jalanan tanah melewati pohon-pohon. Lalu agak sedikit menanjak sekitar 10 menit. Melewati jalanan bambu di pinggir celah bukit tepat di bawah Gunung Parang. 

Kami pun memulai via ferrata. Saya di depan, Manah, Iyus, Putra dan dua orang Mba-Mba dari Karawang Kota. Bersama guide kami, Mas Baban, yang memandu pendakian. Jadi unsur safety sangat diutamakan di kegiatan outdoor via ferrata ini. Sebagai informasi, ferrata adalah tangga besi. Sebagai pionir jalur ferrata pertama di Indonesia, Gunung Parang mereplikasi wisata adrenalin ini dari Italia. Terdapat dua rute yang ditawarkan disana yaitu 300 m dengan durasi normal pp selama 3 jam, sedangkan rute 900 m normatif pp bisa ditempuh selama 6 jam. Kami tentu memilih jalur yang pertama. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba kegiatan ini di tahun 2016. Kalian bisa membaca pengalaman saya disini. 
Gunung Parang itu sejenis gunung batu. Mencapai puncaknya, pengunjung dapat mencoba via ferrata berupa besi yang dibor menancap ke dalam batuannya hingga tersusun menyerupai tangga. Itulah maksud nama ferrata. Selain mengakomodir pendaki pemula yang memiliki antuasiasme terhadap kegiatan pendakian, namun tidak seprofesional pemanjat tebing (wall climbing). Sebelum memulai pendakian, diwajibkan sekali nih, untuk yakin kepada diri sendiri. Menghilangkan rasa takut, cemas dan khawatir akan berada di ketinggian. Kuncinya adalah kita harus menjaga unsur keamanan saat menaiki juga menuruni tangga, dengan memasang carabiner di sling kawat dan di tangga besi. Secara bergantian melepas-memasang kembali carabiner yang terdiri dari dua bagian, satu untuk sling kawat dan satunya lagi dipasang di tangga besi. Just in case, keamanan double ini dipakai supaya lebih aman. Jalur ferrata sendiri arahnya tidak selalu vertikal, ada juga yang horizontal atau acak susunannya. 


Pada awalnya kita mungkin akan kagok untuk dapat terbiasa memainkan peran tangan yang melepas carabiner dan juga memegang tangga besi. Namun, lama-kelamaan akan mulai terbiasa dan tetap fokus, satu titik, titik itu, kita kejar. Maksudnya saat kita menaiki tingkatan tangga. Makin ke atas, makin indah pula suguhan pemandangannya. Mata kita seperti drone yang sedang melayang di ketinggian. Untung gak ditabrak burung ye kan. 



Kontur Gunung Parang sendiri pun tidak melulu vertikal, terdapat sisi dataran di mana kita bisa beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan di sekitar sana sambil menikmati lagu Westlife yang putar Mas Baban. Indah banget! Terpukau... Karena posisi saya di paling depan, sesekali saya mengambil foto kawan-kawan yang amat serius menaiki tangga. Awalnya mereka terlihat deg-degan. Kian naik, kian bisa melepas senyuman, amat sangat menikmati suasana di atas tebing yang momennya luar biasa. Saya pun turut senang bisa membawa mereka ke tempat seindah yang bahkan tidak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata. Sebuah pencapaian mereka dapat mengalahkan rasa ketakutan yang muncul sedari semalam suntuk sebelum keberangkatan ke Purwakarta. Meski alasan yang saya dengar, mereka mau kesini karena ajakan saya, kalau bukan saya yang mengajak mereka tidak akan mau. Klasik terdengar memang. Padahal usaha melawan ketakutan itu muncul dari diri mereka sendiri bukan.


Mentari begitu bersahabat dengan kami. Hari di mana semesta ibarat mendukung pula pertemuan kami disana. Tentu perjalanan ini juga dilancarkan atas doa-doa orang terdekat kami. Terima kasih! Di atas sana, kami banyak mengabadikan momen saat menemukan dataran diantara tebing-tebing. Berhenti menghela napas. Beristirahat. Memandang ke arah jauh. Bukan arunika, sesuatu yang adiwarna dan dikara. Voilaaa ku sajikan foto ini sebagai gambaran otak kalian jika ingin kesana.



Dersik angin sesekali terdengar diantara hembusan nafas yang makin tersengal. Jenggala di Gunung Lembu dan sekitaran lagi-lagi menjadi buruan mata, bentuk sawah meliuk-liku seperti terasering, ada cerukan air nampak seperti telaga, rumah-rumah warga berpola mengikuti jalanan pedesaan, keramba-keramba ikan tak mau kalah menghiasi pola permukaan air yang amat luas di Waduk Jatiluhur. Enceng gondok tak mau kalah eksis tumbuh di atasnya. Meski mereka dianggap sebagai limbah sebab masifnya tumbuhan ini memenuhi permukaan air waduk. Saujana, bumi ini teramat selesa. Kami berdiri di atas tebing seperti nagkring menuju jumantara.



Di titik dataran terakhir kami berhenti. Disana berbincang bersama entah membahas topik (gak) penting apa saja. Aku pun sempat mengirimkan foto lanskap ke wa ibuku. Begitupun Iyus sempat video call dengan ibunya memperlihatkan lanskap keindahan itu.  

Lanjutlah kami di titik mendekati spot 300 m. Disana terdapat ujung tebing yang menjorok. Kami melewati celah tebing satunya. Hanya Iyus sendiri yang tidak foto karena sudah lelah, lantas ingin segera minum es teh manis. Sedangkan aku juga sudah lapar sangat karena sudah melewati waktu ashar. Perut keroncongan. Kami hanya berbekal minuman. Pas awal pendakian kami tidak makan dahulu karena agar perut tidak kembung/sengkil.


Sampai di titik terakhir. Sesi foto-foto dengan plang yang menunjukkan lokasi ketinggian 300 m berada. Kami tidak berlama-lama, aku pun langsung menuruni tangga. Proses menuruni ferrata memang harus lebih ekstra hati-hati. Karena otot kaki harus kuat menahan beban hidup, maksudnya beban badan. Apalagi rutenya cukup vertikal ke bawah. Rasa ngilu kadang muncul sesekali. Turun perlahan dan sembari mengatur napas. Matahari sudah mengarah ke ufuk barat. Sorot senja mulai menampakkan auranya. Sisi tebing bagian bawah sudah gelap ketiadaan cahaya. 


Oh ya kawan, hal terpenting lain selain safety equipment adalah outfit yang digunakan termasuk dari kaki hingga ke kepala. Aku sudah berpesan kepada kawan-kawan agar memakai celana longgar, baju panjang/sport, sepatu atau sandal gunung, topi, jas hujan, obat-obatan pribadi, dan tumbler. Supaya kegiatan pendakian kami berjalan nyaman dan aman. Tak dinyana, sandal gunung Iyus, pada bagian jahitannya lepas. Ini epic momen sekali. Hahahaha. Ada saja ceritanya. Maklum saja, sandalnya sudah berumur sehingga jahitannya tak lagi kuat menahan pijakan dan hentakan saat menaiki ferrata. Akhirnya aku menawarkan sepatuku untuk dipakainya supaya nyaman. Aku memakai sandalnya. Tidak lama saat hendak sampai di titik 300 m, eh memang sudah usang, sandal bagian kanan pun ikutan lepas jahitannya sehingga sudah tidak bisa dipakai. Aku pun turun nyeker beralaskan kaos kaki dengan rasa ngilu ketika menginjak besi. Iyus berulang kali minta maaf merasa tidak enak hati. Padahal yang lebih penting, supaya hati-hati di jalan, namun bukan seperti maksud lirik lagunya Tulus.

Sampailah kami di bawah menginjak tanah sekitar pukul 5 sore. Alhamdulillah ya napak juga di tanah. Hai kawan, pencapaian mendaki Parang via Ferrata ini amat berkesan sekali bukan. Bisa jadi ini pengalaman sekali seumur hidup yang memang rekomen sekali untuk dicoba. Saya pun masih tertantang untuk mendaki kembali menjajal rute 900 m yang tampak memanggil saya untuk menjajahinya.


Satu fakta dari kawan saya Manah, "ia sebelumnya tidak pernah dan berani untuk manjat pohon meskipun itu pendek. Bermodalkan keyakinan, alhamdulillah dia bisa naik ferrata 300 m di Gunung Parang."
Kesan dari Iyus dengan pengalamannya mendaki, "lelah, berat, tapi kalah sama perasaannya saat melihat pemandangan dari atas tebing yang luar biasa bagus dan rasa bangga ketika sudah turun sampai ke tanah lagi. A whole new feeling."

Putra berkesan, "seru banget, ia tidak menyangka bisa sekeren kemarin. LAKI banget lah ya kegiatan outdoornya. Hahahaha."

See you guys di perjalanan selanjutnya....

Fyi, biaya one day trip ke Gunung Parang seharga 200k. Ini cukup terjangkau dengan pengalaman yang akan sangat berkesan sekali di lembaran cerita kita dan kalian yang akan berkunjung kesana. Sedangkan biaya total kami sekitar 500ribuan/orang (termasuk sewa mobil, bensin, tiket kereta lokal, sarapan, jajan di warung, makan dan minum, minuman di rest area, dan juga driver).

Sekian cerita perjalana saya, sampai jumpa di lain cerita. Yuk berwisata di Indonesia Aja, turut bangkitkan ekonomi lokal. Demi eksistensi keberlanjutan pariwisata Indonesia yang lebi baik lagi.
Share:

Maret 08, 2022

Pengalaman Pertama Memakai Pond's Triple Glow Serum

Halo semua. Wah gak berasa ya kita sudah masuk bulan ketiga di tahun 2022. Semoga semuanya sehat wal afiat ya. Oh ya pada seneng juga gak sih terakit aturan terbaru dari pemerintah yang menghapus syarat antigen/PCR untuk bepergian bagi yang sudah lengkap dosis vaksin dua kali. Mendadak merdeka ya rasanya. Apalagi hidung yang entah udah berapa kali dicolok-colok dan rasa was-was kalau hasilnya reaktif. Alhamdulillah, semoga ini menjadi sinyal bahwa dunia sudah berdamai dengan pandemi. Semoga hidup kita semua kembali normal kembali ya.

Sejak pandemi merebak, faktor kesehatan memang jadi faktor yang sangat penting banget nih. Seluruh umat manusia berkontemplasi, terasadar dan memusatkan perhatiannya dengan pola hidup yang sehat. Sama halnya seperti memakai masker saat di keramaian, mencuci tangan, penggunaan antiseptic, dan lain sebagainya. Selayaknya kita harus berterima kasih ya, meskipun virus Corona tak henti-hentinya memukul banyak sektor alias amat sangat berdampak bagi banyak orang, tetap ada pelajaran penting yang kita dapatkan. Hikmahnya adalah tentang bagaimana kehidupan kita sekarang menjadi serius menjalankan pola hidup yang sehat dan tampaknya juga agar tidak terlalu ngoyo mengejar dunia. Kita disuruh henti sejenak di masa jeda pandemi silam.

Pola hidup sehat berhubungan dua faktor utama yakni kesehatan tubuh dan mental yang harus banget kita jaga. Kesehatan tubuh berkaitan dengan apa yang di fisik kita, mulai dari bawah hingga ke atas. Sedangkan kesehatan mental berkaitan dengan buah akal dan pikiran yang berakhir pada perbuatan serta tindak-tanduk perilaku kita. Tentu benar, keduanya sama-sama penting untuk diperhatikan agar kehidupan kita sebagai manusia dapat seimbang, waras dan mencapai kebahagiaan.

Kesehatan tubuh kita akan berdampak pula dengan gairah, semangat dan inner beauty yang ada di dalam diri. Ini penting dijaga supaya badan menjadi bersih, sehat dan kuat. Kemudian rasa semangat dan percaya diri muncul dengan sendirinya memancar dengan penampilan kita. Lantas kira-kira bagian tubuh mana aja sih yang perlu dijaga. Nyatanya semua bagian tubuh manusia itu perlu dirawat dari ujung rambut, wajah, tangan, badan sampai ke kaki. Namun terkadang, kita lebih konsen terhadap kulit dan apa yang tampak di kepala. Sebab wajah menjadi rupa kita berekspresi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Singkat bercerita, jadi selama ini, aku tuh merawat kesehatan tubuh dengan treatment yang biasa-biasa aja. Maksudnya tidak menaruh perhatian lebih ke bagian tubuh tertentu misalnya muka ataupun otot. Selain karena gak mau ribet, tapi juga males memakai produk-produk kesehatan yang lagi booming akhir-akhir ini. Sampai pada minggu kemarin, aku nyobain produk serum pencerah wajah Pond’s Indonesia. Aku nyobain dua pilihan produk yaitu Pond’s Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask, namun kedua produk ini memiliki kandungan komposisi yang sama. Bedanya yang satunya hanya serum, yang satunya lagi masker wajah.

Pond's Triple Glow

Jadi produk Pond's Triple Glow mengandung Gluta-boost C, Vitamin B3 dan Hyaluronic Acid Complex. Ketiga komposisi itulah yang menjadi kelebihan produk serum ini. Efek Gluta-Boost-C dapat mencerahkan kulit 60 kali lebih efektif dan lebih baik daripada vitamin C. Dapat juga menghilangkan kulit mati atau menyamarkan flek hitam pada wajah. Lalu terdapat Vitamin B3 yang berguna untuk menyamarkan pori-pori di wajah sehingga pancaran muka kita terlihat lebih mulus. Sedangkan kandungan Hyaluronic Acid Complex mampu melembapkan setiap lapisan epidermis kulit untuk wajah tampak lebih glowing, shimmering dan splendid. Ya intinya produk ini tidak hanya membuat cerah, tapi juga menghaluskan dan melembapkan kulit.

 Pond’s Triple Glow Serum & Pond’s Triple Glow Serum Mask

Pentingnya riset/uji coba bermacam produk jika kita ingin mendapatkan produk yang terbaik. Sebagai konsumen, kita memang perlu mencari referensi banyak-banyak loh apa kandungan yang tersedia dan apa pula efek kandungan tersebut terhadap kesehatan diri kita. Tentu kita mau mendapatkan produk yang cocok dan sesuai, selain mengutamakan kandungan yang aman untuk tubuh. Sama seperti produk Triple Glow serum ini, selain dapat memaksimalkan efek yang dihasilkan tapi juga terjamin menyehatkan bagi tubuh.

Cara penggunaan masker wajah ini pun cukup mudah sekali. Pertama, kita robek bungkus masker dan ambil lembaran maskernya. Lalu buka perlahan karena teksturnya yang tipis dan basah.  Sesuaikan masker dengan memakainya di wajah kita. Pakai dengan rileks selama 15 hingga 20 menit. Setelah  memasang masker ke wajah, aku mencoba rileks dan merasakan cairan serum untuk masuk ke dalam pori-pori wajahku. Sembari tiduran. Aroma serum ini cukup nyaman di hidung. Memberi dorongan untuk semakin menikmati momen maskeran. Tentunya nyaman dan hampir ketiduran. 

Momen Pemakaian Pond’s Triple Glow Serum Mask

Tidak lama, masker mulai agak mengering, lalu lepas maskernya. Sisa-sisa serum yang tersisa, pijat ke seluruh wajah dan leher. Jangan membilasnya dengan air dan rasakan wajah kita menjadi halus, lembut dan bercahaya. Dan tadaaa, wajahku tampak berbinar ya. Padahal baru pemakaian yang pertama, tapi udah tampak bersih, cerah dan berkilau kan. Hehehe. Gimana kalau rutin ya teman. Sepertinya ini akan jadi opsiku untuk lebih rajin maskeran untuk merawat kesehatan tubuh agar terlihat tampan maksimal.

Tampak cerah dan bercahaya lah dikit-dikit

Seberapa pentingnya sih merawat diri untuk kaum pria. Dari riset yang saya baca, manfaat dengan merawat diri utamanya kesehatan tubuh dapat meningkatkan citra diri dan daya tarik secara fisik, mendapatkan kesan penampilan yang good looking, memperlambat efek penuaan dini, merasakan kesenangan dengan memanjakan diri sendiri, faktor kesehatan dan juga termasuk gaya hidup masa kini.

Pond's Triple Glow Serum
Nyatanya era sekarang, kesehatan pada wajah bukan hanya menjadi konsen bagi kaum perempuan agar terlihat cantik dan menarik. Kita, kaum pria juga membutuhkan dan perlu meluangkan waktu untuk dapat merawat diri. Sederhananya, dengan memakai produk perawatan yang mudah digunakan. Diperlukan juga riset untuk menggali informasi produk agar kita mendapatkan produk yang berguna dengan apa yang tubuh kita butuhkan. Dari pemakaian produk ini, kalau aku sih approved dan sepertinya akan mulai rajin memakai serum pencerah wajah dan masker Pond’s Triple Glow Serum.

Jadi kalau kalian yang dulunya juga sama seperti aku. Kurang aware merawat diri terutama pada bagian wajah. Yuk mulai dari awal, dengan memakai masker dan serum pencerah wajah terbaik dari Pond’s Indonesia untuk mendapatkan manfaat wajah yang cerah, sehingga tubuh menjadi sehat, kita pun tampil percaya diri dan maksimal.

Share:

Oktober 16, 2021

Kenangan Berlibur ke Danau Toba

April 2021 lalu, saya berkesempatan mengunjungi Danau Toba setelah sekian lama mengimpikan destinasi satu ini ke dalam wishlist saya. Saya berangkat dari YIA menuju Kuala Namu. Singgah di Kota Medan lalu memulai perjalanan dari sana. Dari Medan, saya berangkat menggunakan kendaraan KPT (Kevin Pratama Trans) bersama teman saya menuju ke Parapat dengan tarif Rp45.000. Sampainya di Parapat, kami menginap di Hotel Sedayu yang saya pesan melalui online.
Lanskap Kaldera Toba dari Tele

KMP Ihan Batak

Esok harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata. Kami menaiki KMP Ihan Batak untuk menyebrang ke Pelabuhan Ambarita. Tarif untuk orang dewasa adalah Rp10.000 , sedangkan kendaraan motor sebesar Rp15.000.

Penyebrangan kala itu cukup ramai dipenuhi wisatawan lokal. Geladak kapal dipenuhi kendaraan roda empat dan roda dua yang hendak ke Samosir. Kapal yang saya naiki dikelola oleh PT. ASDP Indonesia Ferry. Kapalnya tergolong bagus dan tampak baru. Dilengkapi fasilitas ruang utama, deck luar, toilet dan kantin yang membuat saya merasa nyaman berada disana Penyebrangan ke Samosir ditempuh selama satu jam lamanya.

Tiba di Pelabuhan Ambarita
Sampai di Samosir, saya mulai terpukau dengan lanskap alamnya. Jalanan di pulau itu sangat halus dan lebar. Dengan kontur berkelok. Di sebelah kanan pemandangan danau, sedangkan pada sisinya perbukitan Samosir. Tujuan pertama, kami mampir ke Masjid Al Hasanah di Pangururan untuk beribadah sholat Jumat. Sebelum berangkat. saya mencari informasi dan lokasi masjid melalui G-Maps yang hanya ada satu-satunya di Pulau Samosir.

 Masjid Al-Hasanah

Selesai ibadah, kami berangkat ke Menara Pandang Tele. Perjalanan ke Tele, topografi yang dilalui adalah perbukitan dengan tanaman rerumputan dan sebagian pohon besar. Jalan yang dibangun berkelok-kelok mengikuti punggungan bukit. Tampak Pusuk Buhit meninggi nan cantik. Saya terkagum dengan lanskap yang terpampang disana.

Tak lama kami sampai di Spot Tele. Dari sini, kami memandang Pulau Samosir dari arah barat yang menghadap ke Bukit Sibea-bea. Pada sisi kanan, bukit yang megah meninggi dan tampak datar pada bagian atasnya. Pada satu bagian di bawahnya, terdapat sebuah air mengalir jatuh tepat diantara apitan bukit. Pemandangannya sangat indah sekali.

Destinasi selanjutnya menuju ke Bukit Sibea-bea. Lokasi ini viral di media sosial karena lanskapnya yang apik. Pengembangan wisata religi sedang dibangun yakni Patung Yesus sebagai atraksi yang melengkapi pesona Danau Toba dari Kecamatan Harian. Akses jalan yang berkelok-kelok di atas bukit menjadi spot yang menarik pula untuk menangkap momen. Lagi-lagi saya terkagum dengan Wonderful-nya Indonesia di Tanah Toba.

Pengunjung sedang berfoto di depan Patung Yesus
Air Tejun Efrata
Tidak jauh dari Sibea-bea, kami pergi ke Air Terjun Efrata yang kami lihat dari atas Puncak Tele. Air terjun ini menyuguhkan pesona dengan debit air berwarna kecoklatan yang cukup deras. Pada bagian dasar sungainya tidak terlalu dalam. Di sekeliling areanya, pepohonan hijau meranggas tumbuh diantara bukit. Awan putih dengan paduan langit biru menambah keeksotisan air terjun ini. 

Sayangnya akses menuju lokasi ini, jalanan warga yang kami lewati rusak berbatu. Banyak pula, batuan besar berserakan di tengah area ladang persawahan tersebut. Aktivitas penduduk lokal sedang bertani. Saya sangat kagum dan ingin lama-lama berada disana. Di bawah ujung jalan sana, jutaan kubik air mengisi pandangan mata saya.

Destinasi Desa Tomok khas dengan rumah adat bolon dan pertunjukkan Patung Sigale-gale. Sebelum mencapai lokasi ini, kami melewati pasar oleh-oleh khas Pulau Samosir. Beragam kriya dan kuliner bisa kita temukan di tempat ini. Sore itu, hanya sedikit wisatawan saja yang ada disana. Kami menikmati pertunjukkan sigale-gale. Musik gondang sembilan menjadi pengiring tarian tor-tor yang dibawakan pengunjung. Kami turut memakai kain ulos mencipta momen yang berkesan.

Desa Wisata Tomok pasca Covid-19

Seharian mengelilingi Pulau Samosir memberikan pengalaman indah dalam hidup saya. Bahkan saya ingin sekali untuk kembali lagi ke Danau Toba. Mengunjungi destinasi lainnya yang belum sempat saya singgahi. Toba tak hanya sebongkah Pesona Indonesia di Pulau Sumatera, namun lebih dari sekadar itu. Toba berpotensi maju menjadi destinasi yang berkelas jika dikemas dengan baik dan tepat. Pada akhirnya Toba akan mewarisi alam budayanya bagi wisatawan dunia.

Patung Yesus Kecil Bukit Sibea-bea
Jalanan berkelok Bukit Sibe-bea

Kaldera Toba : Destinasi Super Prioritas Untuk Menjadi Destinasi Global

Danau Toba tak sekadar menyajikan pemandangan alam yang biasa. Lanskap Kaldera Toba tidak diragukan lagi keindahannya. Dari sisi manapun wisatawan berpijak, pengunjung bisa mendapatkan sudut pandang yang berbeda-beda. Budaya yang ditawarkan pun sangat menarik. Kearifan lokal dan budaya Batak melekat berdampingan dengan kehidupan masyarakatnya. Masyarakat yang tersebar di tujuh kabupaten sekitaran Danau Toba sejak dulu melestarikan tradisi leluhur mereka sehingga Heritage of Toba dapat eksis di masa kini hingga untuk generasi selanjutnya.

Pemandangan Danau Toba dari Bukit Sibea-bea

Pesona Danau Toba sebagai warisan dunia semakin nyata dengan label “UNESCO Global Geopark” pada tanggal 2 Juli 2020. Sertifikasi tersebut menjadi langkah awal yang positif untuk menyusun strategi pengembangan destinasi yang akan diterapkan. Dengan adanya pengakuan ini, Danau Toba diharapkan akan semakin berkembang. Menyolek potensinya dengan peningkatan sumber daya manusia yang berdaya saing. Berinovasi dan berkreativitas sebagai destinasi super prioritas. Mempersiapkan destinasi yang ada di Danau Toba sebagai pilihan tujuan wisata yang memikat. Lantas kemudian bersiap untuk menjadi destinasi global yang berkualitas dan berkelanjutan.

Konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan merupakan hal penting yang harus diterapkan. Konsep ini mengacu keberpihakan akan lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi agar berjalan secara beriringan dan seimbang. Hal ini merupakan wujud gagasan Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah disepakati negara-negara dunia. Bertujuan untuk menjaga eksistensi pariwisata masa kini, masa depan dan untuk generasi mendatang.

Setelah ditetapkan menjadi salah satu destinasi super prioritas oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Berbagai pengembangan dilakukan sampai dibentuk suatu Badan Otoritas Pengembangan Danau Toba (BOPDT) untuk mengelola destinasi yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Aksesibilitas, amenitas, kualitas sumber daya lokal, industri kreatif, dan atraksi wisata digeber dalam beberapa tahun terakhir. Keseriusan pemerintah menggarap Danau Toba dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Strategi pengembangan Danau Toba oleh pemerintah sudah cukup baik meskipun belum memberi keuntungan yang optimal. Upaya tersebut diantaranya dimulai dengan penguatan konektivitas dan infrastruktur dengan dibukanya Bandara Internasional Silangit. Pembangunan dermaga dan penyediaan kapal penyebrangan KMP Ihan Batak. Pengembangan wisata nomad yang menyasar milenial dengan wisata glamping dan desa wisata. Strategi tersebut dilakukan agar tetap menggenjot geliat pariwisata di kancah nasional.

Upaya pemerintah sempat mengalami tantangan dengan munculnya wabah Coronavirus. Wabah ini berdampak pada anjloknya kuantitas wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang mana mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada lini bisnis pariwisata. Pemerintah dengan sigap membangkitkan kembali gairah sektor ini. Kiat yang dilakukan seperti Beli Kreatif Danau Toba yang mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia untuk menyelamatkan para pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi. Selain itu, penerapan protokol CHSE yakni kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), kemanan (safety), dan kelestarian lingkungan (environment sustainability) pada suatu destinasi wisata merupakan hal yang wajib diterapkan sehingga pelaku wisata dan wisatawan dapat beradaptasi di era pandemi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman, nyaman, dan pulang dengan membawa kenangan yang berkesan.

Kampanye berwisata dengan tagar #DiIndonesiaAja pun turut digaungkan untuk membangkitkan gairah sektor pariwisata Indonesia pasca pandemi. Potensi wisatawan domestik memberi semangat baru terhadap pelaku wisata dan ekonomi kreatif.  Meskipun turun sebanyak 30% dari tahun 2019, total wisatawan lokal pada tahun 2020 sejumlah 198.246.000 adalah peluang yang sangat menjanjikan. Strategi ini diharapkan akan memberikan hasil yang positif. Namun yang perlu dihadirkan adalah strategi ciamik apa yang harus dipromosikan sehingga mampu menarik pasar wisatawan domestik yang sebelumnya suka bepergain ke luar negeri menjadi beralih untuk menjejalah destinasi dalam negeri. Terlebih Indonesia memiliki segudang destinasi apik yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Pengembangan Kawasan Danau Toba yang Berkualitas dan Berkelanjutan

  • Kaldera Toba Trail

Point of interest Kaldera Toba terdapat pada suguhan alam dan budayanya. Pada kesempatan berkunjung ke Danau Toba pada Bulan April lalu, saya melewatkan kesempatan melihat lanskap Tao Toba dari sisi barat secara keseluruhan. Sebelumnya saya melihat ulasan di Google Maps yang menunjukkan foto masing-masing destinasi yang ada disana.

Pusuk Buhit, pemandangan menuju ke Tele

Menurut saya, jalur pendakian dari sisi barat menawarkan wisatawan dengan pemandangan yang luar biasa jika dieskplorasi. Pendakian ini ditujukan kepada pegiat wisata alam khususnya wisatawan milenial. Pengembangan jalur pendakian dapat dibuat dari titik awal Paropo, Pulau Silalahi, berlanjut ke Bukit Pemandangan Pulau Tulas, kemudian ke Pusuk Buhit, mengarah ke Sibea-bea, Bukit Holbung, Batu Maroppa, berakhir di Bukit Sipatungan. Jalur pendakian dikombinasikan dengan melewati punggungan bukit, jalan pedesaan, dan ladang pertanian warga. Dibutuhkan pula, pembangunan shelter untuk tempat beribadah dan tempat istirahat di setiap spot tertentu. 

Jika dirunut dari Google Maps, jarak antara Paropo menuju ke Sipatungan membutuhkan waktu selama 20 jam perjalanan dengan jarak tempuh 91 km. Sedangkan jika diambil dari titik Bukit Pulau Tulas akan membutuhkan waktu 11 jam perjalanan dengan jarak tempuh 46 km. Jarak ini merupakan estimasi sementara karena jalurnya masih menggunakan acuan jalan raya.

Hal yang akan didapatkan wisatawan selama melewati jalur pendakian diantaranya akan menemukan keragaman pesona wisata Danau Toba baik dari segi alam, budaya, sosial, kuliner, dan tentunya pengalaman yang sangat berkesan. Apalagi kontur perbukitan di area ini masih tergolong bersahabat untuk didaki wisatawan dengan rata-rata ketinggian bukit mencapai 1.000 – 2.000 mdpl.

Dengan dibangunnya jalur pendakian tersebut akan mendorong peran aktif masyakarat lokal agar bekerja sama, menumbuhkan kreativitas dan inovasi wisata dengan memanfaatkan potensi yang ada dengan baik sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

  • Ruang Kreatif

Sektor pariwisata tumbuh berkualitas dan berkelanjutan jika didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Sedangkan sumber daya manusia dapat menjadi unggul jika berproses dan terus dididik dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan tersedianya ruang kreatif untuk penduduk lokal di Kawasan Danau Toba sebagai tempat masyarakat dan wisatawan saling belajar, bertukar pikiran, mengembangkan ide, inovasi dan kreativitas.

Dengan munculnya fasilitas publik yang mendukung dan adanya fasilitator penggerak maka akan berdampak baik untuk menghasilkan pelaku wisata dan artisanal yang handal. Ruang kreatif ini nantinya dapat dijadikan semacam lokasi workshop, pertunjukkan, diskusi, event, kuliner, dan belajar bahasa asing. Apabila setiap kecamatan di sekitaran Danau Toba memiliki ruang kreatif masing-masing, maka akan mendukung kemajuan sektor pariwisata Danau Toba semakin tumbuh berkualitas dan berkelanjutan.

  • Pengembangan Edukasi, Penelitian, & MICE

Danau Toba mempunyai sejarah panjang yang luar biasa. Memiliki narasi yang berkaitan dengan proses terbentuknya yaitu dari ilmu sains dan legenda masyarakat yang melekat. Potensi sains berkaitan dengan pengembangan edukasi dan penelitian, di mana letusan supervolcano yang meletus 74.000 tahun silam menjadikan Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Adapun keragaman geologi, mahluk hidup dan budaya menjadi sesuatu yang relevan untuk mengembangkan wisata edukasi dan penelitian, baik bagi pelajar, mahasiswa, maupun para ilmuwan dari dalam dan luar negeri.

Pengunjung sedang berfoto dengan Sigale-gale

Wisata MICE di Indonesia memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Termasuk destinasi Danau Toba yang mempunyai paduan kultur dan alam yang menakjubkan. Dengan menyajikan latar panggung yang alami. Wisata MICE Danau Toba yang dapat dikelola diantaranya festival dan kompetisi musik, seni, paduan suara dalam tingkat internasional. Mengingat banyaknya musisi Indonesia yang berasal dari Tanah Toba. Selain itu, pertunjukkan kisah legenda asal muasal Tao Toba yang epik dan pertujukkan lain yang dapat mengangkat budaya lokal setempat. Kemudian pengembangan sport tourism yang menjual pemandangan sebagai daya tarik seperti olahraga paralayang, balap sepeda, marathon, dan pendakian ultralight.

  • Wisata Gastronomi

Wisata gastronomi tidak hanya berkaitan dengan tata boga, namun seni menyiapkan hidangan yang lezat, mengulik sejarah dan budaya makanan, kandungan nutrisi, dan tata saji. Wisata gastronomi dapat dikembangkan sejalan pada dunia kuliner yang sedang digemari wisatawan Indonesia. Berburu kuliner bukan sekadar mecicipi makan, namun juga mendapatkan pengalaman menarik lain di balik kelezatan sebuah hidangan dengan wisata gastronomi.

Toba pun mempunyai beragam kuliner yang menarik untuk dikemas menjadi wisata gastronomi. Diantaranya pengembangan wisata kopi dari kebun sampai menjadi produk minuman kopi. Kemudian sajian kuliner tradisional seperti mie gomak, ikan mas arsik, andaliman, kacang sihobuk, itak gurgur, lappet, ombus-ombus, dan lain sebagainya.

  • Pengembangan Wisata Halal

Peringkat Wisata Halal Indonesia berada pada peringkat keempat pada tahun 2021 berdasarkan skoring Global Muslim Travel Index (GMTI) dari total 140 negara. Peringkat ini turun tiga peringkat di mana pada tahun 2019, Indonesia meraih peringkat pertama. Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia memberikan poin plus untuk mengembangkan destinasi wisata halal. Di mana penduduk muslim dapat menjadi penggerak wisata yang terampil dalam mengembangkan wisata halal.

Kriteria destinasi halal diantaranya aksesibilitas, komunikasi pemasaran, lingkungan, dan pelayanan. Dalam indeks GMTI tersebut, Indonesia memiliki keunggulan pada lingkungan dan pelayanan yang layak menyuguhkan wisata halal. Sedangkan untuk askesibiltas dan sarana komunikasi masih perlu ditingkatkan secara maksimal. Wisata halal setidaknya mencakup keamanan, kenyamanan dan terpenuhinya syarat sebagaimana wisatawan muslim saat pergi melancong. Tersedianya makanan halal, fasilitas ibadah, atraksi dan aktivitas yang halal, rekreasi yang memberi ruang privasi, penyediaan toilet dengan ketersediaan air bersih yang memadai, dan minimnya islamofobia merupakan kunci utama pengembangan wisata ini.

Pasar wisata halal adalah pasar yang menjanjikan. Di mana jumlah wisatawan muslim diperkirakan akan kembali normal pada tahun 2023. Sangat mungkin jika Danau Toba ikut mengambil kesempatan mengembangkan wisata halal. Meskipun mayoritas masyarakat di Danau Toba adalah non muslim, hal ini perlu dipertimbangkan berkaitan dengan potensi kunjungan wisatawan dari negara muslim seperti Malaysia, Arab Saudi, UEA dan Timur Tengah lainnya.

Dengan adanya pariwisata halal, restoran halal akan mendapatkan peluang dua kali lebih besar untuk menggaet wisatawan muslim dan non muslim. Terlebih, kunjungan wisatawan asing terbanyak yang datang berkunjung ke Indonesia dan khususnya Provinsi Sumatera Utara berasal dari negeri jiran, Malaysia. Dengan pengembangan wisata halal di Danau Toba maka akan menambah standar kelayakan destinasi Danau Toba untuk maju ke ranah global.

Share:

Instagram